Suka Artikel Ini

Microsoft akan "Bunuh" Nokia Asha?

Microsoft membuat pengumuman mengejutkan pada Kamis (17/7/2014) dengan rencana menghentikan produksi ponsel Nokia X yang berbasis Android. Tak berhenti sampai di situ, perusahaan juga memberi isyarat akan menghentikan platform Nokia Asha dan S40.




Dalam sebuah memo internal yang diterima karyawan Microsoft, kepala bisnis ponsel Microsoft Jo Harlow mengatakan, perusahaan akan fokus pada Windows Phone, sementara pengembangan dan investasi untuk Asha, ponsel fitur S40, dan Nokia X, akan beralih pada apa yang disebut "modus pemeliharaan" dan layanan untuk mendukung perangkat tersebut akan ditutup dalam 18 bulan ke depan.

"Memuaskan pelanggan kami dengan platform, layanan, aplikasi, dan perangkat keras milik Microsoft, adalah tujuan kami," kata Harlow seperti dikutip dari The Verge.

Untuk mendorong kesuksesan dalam jangka pendek, Microsoft berencana mendorong ponsel Lumia premium ke pasar, termasuk Lumia 930, Lumia 1520, dan produk premium lain yang akan segera diumumkan.

Pada hari yang sama, Microsoft mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18.000 karyawan mulai 2015. Sebanyak 12.500 karyawan di antaranya berasal dari unit bisnis Microsoft Mobile yang sebelumnya dikenal sebagai unit bisnis ponsel dan layanan Nokia.

Data bulan Juni 2014 mencatat Microsoft memiliki 127.104 karyawan di seluruh dunia. PHK yang akan dilakukan ini bakal mengurangi setidaknya 14 persen jumlah karyawan sekaligus menjadikan PHK terbesar dalam sejarah Microsoft. Sebelumnya, pada 2009 silam, Microsoft sempat memberhentikan 5.800 karyawan.

Saat ini Microsoft sedang mendaftar nama 13.000 karyawan yang akan diberhentikan dalam waktu enam bulan ke depan.

CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan, PHK besar-besaran tersebut bakal menghemat biaya operasional Microsoft sebesar 600 juta dollar AS dalam waktu 18 bulan. Informasi lebih lanjut soal PHK dan strategi Microsoft di masa depan akan diumumkan dalam rapat laporan keuangan 22 Juli mendatang.

Sumber : Tekno Kompas