Suka Artikel Ini

BlackBerry Rilis BlackBerry 10 dengan Sandi Jakarta April 2014

BlackBerry akan segera merilis smartphone BlackBerry10 terbarunya dengan kode sandi Jakarta. Nama ibukota Indonesia ini akan menjadi andalan baru BlackBerry yang tengah berjuang bangkit setelah beralih tampuk kepemimpinan. 

BlackBerry memang bukan pertama kali menggunakan nama kota menggunakan nama kota atau ibukota untuk kode sandi ponselnya seperti BlackBerry London, BlackBerry Waterloo, dan kini rencananya BlackBerry akan meluncurkan smartphone terbaru dengan kode sandi Jakarta



Kabar ini mencuat setelah CrackBerry, blog teknologi yang khusus mengulas BlackBerry, menyebutkan nama ibukota Indonesia sebagai handset selanjutnya dari seri keluarga BlackBerry 10. Informasi ini dibilang cukup shahih mengingat situs ini punya kedekatan dengan semua sumber internal perusahaan asal Kanada tersebut. Namun mereka belum mengulas alasan BlackBerry memilih nama Jakarta. Mungkin saja, karena Indonesia masih dianggap sebagai salah satu basis penjualan BlackBerry terbesar, di saat negara-negara lain penjualan handset BlackBerry belum menunjukkan tanda-tanda membaik. 

BlackBerry sempat mengumumkan akan ada enam seri BlackBerry 10 yang akan dihadirkan sejak kemunculannya diparuh pertama 2013. Namun nyatanya, cuma ada empat yang benar-benar hadir. Sejak merilis Z10, BlackBerry hanya mengeluarkan Q10, Q5, dan Z30. Dari keempat produk ini, saat kali pertama diluncurkan, harganya memang bisa dikatakan tidak ada yang murah.  

Z10 pertama kali diluncurkan dibanderol dengan harga Rp 6,9 juta, Q10 dihargai Rp 7,5 juta, Q5 dilabeli Rp 4 juta, dan Z30 paling mahal dengan harga Rp 7,9 juta. Dilihat dari handset BlackBerry yang beredar saat ini tidak ada yang dibanderol Rp 3 juta ke bawah layaknya seri BlackBerry sebelumnya. 

Masih mahalnya seri BlackBerry 10, ditambah minimnya aplikasi yang sedang tren, membuat penjualan BlackBerry anjlok. Tercatat dalam dua kuartal terakhir, BlackBerry berturut-turut mencatat kerugian USD 1 miliar dan USD 1,6 miliar. 

John Chen yang melihat tren ini pun segera mengambil keputusan untuk merilis BlackBerry 10 versi murah. Tujuannya jelas, untuk menggebrak pasar sekaligus berupaya bangkit mengingat market share BlackBerry yang mang tinggal 1 persen saja. So, kita tunggu gebrakan apa yang dilakukan BlackBerry selanjutnya.